Sunday, December 11, 2011

Nilai Dari Suatu Kejujuran

pada awalnya sering kurang terlihat glamor atau istimewa. sebaliknya trik dan siasat justru tampak memukau dan sering mengundang pesona.itulah barangkali kenapa kita rentan tergoda untuk menggunakan siasat dibandingkan dengan tetap teguh dan kejujuran. akan tetapi selalu begitu akhir dari kisah nya, dimana pada akhirnya si jujur akan menemui happy ending, sementara siasat dan berbagai trik harus menerima ganjarannya.

Alkisah sebuah cerita, di suatu kerajaan, dimana sang raja bingung akan masa depan kerajaannya, karena tidak ada yang meneruskan kerajaan yang dipimpinnya, maka dilakukan suatu sayembara untuk menjadi penerus beliau. Diumumkan keseluruh negeri tentang sayembara tersebut. Setelah beberapa ujian yang dilaksanakan terdapat 8 orang yang terbaik untuk ujian terakhir. disaat itu baginda raja memberikan biji benih sebagai ujian terakhir oleh delapan orang tersebut. diberikan biji tersebut ke masing-masing kandidat. biji tersebut harus ditanam dan dirawat hingga menjadi tumbuhan. setelah beberapa hari, kembali lah tujuh orang kandidat dengan membawa hasil dari tanaman dan perawatan dari biji masing-masing. namun kandidat yang kedelapan dengan menundukan kepalanya dan menyampaikan kepada baginda raja bahwasanya dia telah mencoba merawat dan menanam biji tersebut, namun tidak membuahkan hasil yang baik, dia mengatakan bahwa dia tidak mengerti apalagi yang harus dilakukan karena dia terus berusaha tapi tidak berhasil. dan baginda raja pun tersenyum dan takjub dengan pernyataan pemuda yang kedelapan. karena baginda memang sengaja sebelumnya merebus biji tersebut dan yakin tidak akan pernah bisa tumbuh tanaman dari biji tersebut karena biji itu telah mati. maka dipilihlah pemuda yang kedelapan menjadi penerus kerajaannya dan menghukum tujuh pemuda lainnya karena telah tidak jujur.

0 comments:

Post a Comment